Orang Tua Santri Datangi Polda Sumsel Tanyakan Kelanjutan Perkara Penganiayaan Anaknya
Sesekali, Erma juga kembali tak kuasa menahan tangis setiap kali mengingat cerita anaknya ketika mengalami tindak penganiayaan yang diduga dilakukan seniornya yang duduk di bangku kelas 3 SMA.
"Anak saya juga cerita kalau pernah dipukul pakai gantungan baju oleh terlapor itu," katanya.
Tak hanya kecewa atas tindakan terlapor yang diketahui adalah remaja berinisial NA, Ermawangi juga mengaku sangat tidak terima dengan sikap pesantren yang tidak bertanggung jawab bahkan terkesan menutupi kejadian tersebut.
"Saya ingin pihak ponpes membuka kasus ini sejelas-jelasnya dan semestinya bersikap tegas serta menaruh perhatian. Anak saya mengalami trauma psikis. Sampai sekarang tidak mau sekolah, dia takut, trauma, itu yang sangat saya khawatirkan," katanya.
Sementara pengacara keluarga korban, Ryan Gumay menyoroti soal pengakuan ponpes perihal kejadian yang dialami korban. Pihak ponpes menyebut kejadian sebenarnya bukan penganiayaan melainkan terlapor hanya mencengkram kerah baju korban.