Mentan Targetkan Food Estate Tembus Ekspor dan Tekan Impor
Dijelaskan Syahrul, sektor pertanian bukan hanya soal makan, namun juga ada ekonomi paling dasar di pedesaaan yang memberi hidup rakyat keseluruhan. Saat pandemi ini, misalnya dua sektor yang menjadi solusi, yakni aspek kesehatan dan mencukupi kebutuhan makanan melalui ketersediaan pangan.
"Pada masa pandemi saat ini, tenaga kerja di bidang pertanian justru meningkat. Saat ini, sudah ada 44 juta penduduk yang bergerak di sektor pertanian, yang mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 38 juta penduduk," katanya.
Sumatera Selatan, kata Mentan, tercatat masuk sebagai enam provinsi penyangga pangan Indonesia, meski sekarang provinsi produsen pangan bertambah menjadi sembilan provinsi. Namun menurut Mentan, saat produksi pangan Sumsel meningkat maka bisa ekspor ke provinsi lain yang minus.
"Food Estate menunjukkan merdeka optimalisasi menghadapi kemerdekaan pangan. Kasih lihat Indonesia, bagaimana Sumsel bertanam agar orang Indonesia masih bisa menjaga pangan. Ekspor pun harus jelas, misalnya komoditas food estate yang diperbaiki dari hilir dan ke hulu," katanya.
Sementara Dirut PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, melalui Program Agrosolution ini, petani yang terlibat akan diberikan pendampingan intensif mengenai budidaya tanaman, aplikasi teknologi pertanian mutakhir, akses permodalan dan offtake hasil panen yang dilakukan oleh stakeholder diharapkan dapat membantu petani mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani.