Kronologi Pembunuhan Sadis Mahasiswi UIN Palembang di Muara Enim
Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku berniat mengubur mayat korban. Entah kenapa, dia mengurungkan niatnya. Dia malah kembali memerkosa mayat korban, lalu meninggalkannya dengan kondisi telanjang di kebun dekat aliran sungai.
“Habis kuikat, kuperkosa dua kali saat masih hidup dan setelah meninggal. Mau kukubur, tapi enggak sempat,” kata Upuzan Sairan.
Saat ditanya alasannya nekat melakukan perbuatan sadis, Upuzan mengaku membutuhkan uang. “Butuh duit,” ujarnya.
Pascapenangkapan pelaku oleh polisi, rumah orang tua pelaku dihancurkan oleh ratusan warga dari desa korban. Tak ingin warga bertindak lebih anarkis, polisi kemudia meminta bantuan dari Yonkap Serbu Karang Endah, Kabupaten Muara Enim.
Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono sebelumnya mengatakan, Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Muara Enim dibantu Satuan Jatanras Polda Sumsel berhasil menangkap pelaku pada Jumat malam (1/2/2019). Pelaku Upuzan Sairan (30) merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2010.