Kisah Pendidikan Suku Anak Dalam, Suku Bangsa Minoritas di Hutan Sumsel-Jambi
Pihak ketiga yang membantu adalah PT Marga Bara Jaya, yang menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pendi, tokoh masyarakat setempat menyambut baik pendirian balai pendidikan tersebut. "Kami ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, maka itu saung ini sangat penting agar mereka punya tempat belajar. Terima kasih juga kepada Pemkab Muba, PT MBJ, dan pemerintah desa,” ujarnya.
“Jangan sampai anak-anak seperti kami, orang tuanya yang buta huruf," katanya. Diharapkan nantinya dari saung ini jumlah masyarakat SAD terdidik akan meningkat.
Dalam beberapa tahun terakhir jumlah masyarakat SAD yang mengecap pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi naik cukup pesat. Ini tak terlepas dari pengaruh modernisasi yang merambah pemukiman mereka.
Masyarakat SAD di Bayung Lencir pada umumnya sudah beradaptasi dengan masyarakat umum, seperti berpakaian dan menetap di rumah. Mereka juga memiliki televisi, radio bahkan parabola.