Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemprov Masih Bahas, Pengusaha AKDP di Sumsel Sudah Naikkan Tarif 
Advertisement . Scroll to see content

Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya Menganut Sistem Kadatuan

Kamis, 22 September 2022 - 15:33:00 WIB
 Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya Menganut Sistem Kadatuan
Salah satu prasasti Kerajaaan Sriwijaya. (Foto: Kemendikbud)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kehidupan politikKerajaan Sriwijaya disebutkan menganut sistem kadatuan, yakni kerajaan yang membawahi atau menguasai wilayah atau kerajaan - kerajaan lain. Sriwijaya sendiri merupakan sebuah kerajaan maritim terbesar dan kuat pada abad ke 7 M hingga memudar di abad 12. 

Dari berbagai temuan prasasti, dapat diduga jika bentuk pemerintahan Sriwijaya yaitu Kadatuan yang artinya tempat berkumpul para datu. Datu adalah orang yang dituakan atau dihormati. 

Hal tersebut berarti bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang terdiri dari mandala-mandala (provinsi-provinsi) yang setiap mandala dikepalai oleh seorang Datu. Lalu bagaimana kehidupan politik Sriwijaya?

Sebuah Perkumpulan Datu

Dalam kehidupan politik kerajaan Sriwijaya mandala-mandala tersebut membentuk semacam perkumpulan yang diketuai oleh seseorang yang disebut dengan Datu. Datu memiliki peran sebagai Primus Interpares. 

Hal tersebut karena datu tersebut tidak hanya berperan sebagai ketua dari perkumpulan gabungan provinsi-provinsi tetapi juga menjadi peran sebagai seorang hakim yang menyelesaikan sengketa di antara mereka, dan juga berperan sebagai orang tua yang perannya sangat dihormati. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut