Gubernur Sumsel dari Masa ke Masa, Pemain Film Asmara Moerni hingga Dokter Kandungan
HA Bastari 1958-1964
Terpilih menjadi Gubernur Sumatera Selatan melalui sidang Pleno DPRD Sumatera Selatan. HA Bastari langsung melakukan berbagai penataan di banyak bidang dan pendisiplinan pegawai.
Pada masa kepemimpinannya, banyak infrastruktur yang dibangun, seperti pembangunan Jembatan Ampera pada 1962 dengan terlebih dahulu mendesak Presiden Soekarno untuk memberikan pampasan perang dari Pemerintah Jepang sebesar US$ 25 juta.
Selanjutnya, HA Bastari juga memfasilitasi pembangunan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) dengan menimbun seluruh areal rawa di sekitar lokasi pabrik dengan mengeruk pasir Sungai Musi. Selain itu, dirinya juga memfasilitasi infrastruktur untuk membangun Universitas Sriwijaya dan IAIN Raden Fatah Palembang.
HA Abuyasid Bustomi 1964-1967
Tantangan berat dihadapi HA Abuyasid Bustomi saat memimpin Provinsi Sumatera Selatan. Saat itu, kondisi keamanan di Indonesia termasuk Sumatera Selatan sangat rawan dan mencekam.
Hal tersebut disebabkan manuver politik yang sedang memanas, sehingga meletuslah gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang sering disingkat G 30 S PKI, Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu), dan Gerakan Satu Oktober (Gestok) yang merupakan sebuah peritiwa yang terjadi selewat malam 30 September sampai awal 1 Oktober 1965.