Festival Sungai Sekanak di Tengah Lonjakan Covid-19, Ini Respons Aktivis Sumsel
Togar menilai, bahwa pelaksanaan Festival Sungai Sekanak Lambidaro terkesan seperti program mercusuar dari Pemkot Palembang, yang mana tidak menimbulkan prestasi yang begitu berarti dalam penataan kota. "Hampir sepuluh tahun kepemimpinan Wali Kota Palembang saat ini, belum ada prestasi seperti itu," ungkapnya.
Togar mengatakan, dalam empat bulan kedepan ketika Palembang masuk ke dalam musim kemarau, bagaimana kondisi Sungai Sekanak Lambidaro tersebut. Tentu akan terjadi penurunan ketinggian air, debit air tidak cukup, serta kondisi sungai yang akan mengeluarkan bau busuk kembali.
"Kita akan lihat di bulan Mei nanti apakah kondisi tersebut seperti yang diharapkan oleh Pemkot Palembang, sekarang saja sudah banyak tumpukan sampah yang nyangkut di sana," ucapnya.
Sementara itu, Gerakan Aktivis Pemuda Sumsel Peduli Covid-19 (GAPSPC) menilai, pelaksanaan acara tersebut telah melalaikan protokol kesehatan. Mulai dari tidak menggunakan masker hingga kerumunan yang sangat luar biasa.
"Kami tidak anti dengan kegiatan pemerintah, asalkan sesuai dengan prokes. Tapi kenyataannya, acara tersebut jelas telah melanggar prokes," kata Perwakilan GAPSPC, M Sanusi.