Dona Melawan, Minta Anjas Cabut Semua Tudingan dan Siap Jika Dilanjutkan Proses Hukum
Dona memulai klarifikasinya dengan meminta maaf kepada masyarakat di desanya. Namun dirimu membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya, terutama terkait uang tambahan dan mahar kurang Rp700.000 yang membuat gagal nikah.
"Permintaan uang tambahan itu sudah disepakati kedua pihak yang akan digunakan untuk membayar pendaftaran di KUA. Uang itu belum diterima sehingga saya pakai uang pribadi saya, dan itu sudah didaftarkan," ujarnya sambil memperlihatkan foto buku nikahnya.
Dona menyebut pembatalan pernikahan dilakukan pihak laki-laki, karena selisih paham. "Hanya akal-akalan pihak sana untuk membatalkan pernikahan," kata Dona tanpa menjelaskan selisih paham dimaksud.
Terkait tenda, sambung Dona, memang di desanya pernikahan dilakukan secara sederhana karena faktor ekonomi. Begitu pun tuduhan acara diganti dengan aqiqahan. "Aqiqahan itu acara rangkaian, karena nikah batal, acara kedua (aqiqahan) tetap dilaksanakan," katanya.
Dona juga membantah membentak dan membanting pintu di hadapan calon mertua. Bahkan perempuan berjilbab ini mengaku malam itu pihaknya telah mengembalikan uang, emas dan songket.