BMKG Pantau Potensi Bibit Siklon Tropis, Ini Dampaknya bagi Sumsel
Lanjut Fachri, meningkatnya gelombang dengan ketinggian 1.25 - 2.5 meter dapat terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar, Perairan Kep Sangihe - Kep Talaud, Perairan Bitung - Kep Sitaro, Perairan utara dan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
"Sementara itu, sebagai dampak dari kondisi atmosfer yang cukup basah dan tingkat konvektivitas yang tinggi, potensi hujan sedang - lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang dalam periode 05 - 11 Oktober 2021 masih dapat terjadi di 22 provinsi," ungkapnya.
Ke 22 provinsi tersebut yakni Aceh, Kep Riau, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara.
"Kemudian Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua," ujarnya.
Dikatakan Fachri, BMKG melalui TCWC Jakarta setiap saat terus melakukan monitoring terhadap kemungkinan adanya potensi siklon tropis. "Yang dapat berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia," katanya.
Editor: Berli Zulkanedi