5 Prasasti Berbahasa Melayu Kuno, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Mataram Kuno
Sama dengan Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo juga ditemukan oleh orang Belanda pada 1920. Prasasti ini berukuran 50 x 80 cm dan terdiri dari 14 baris tulisan.
Prasasti Talang Tuwo berisi tentang pembangunan Taman Sriksetra yang terjadi pada tahun 606 Saka atau 684 M. Tak hanya itu, penguasa pada waktu itu juga membangun vihara jika menilik pada tulisan dalam prasasti.
Prasasti yang berangka tahun 608 Saka atau 686 Masehi ini ditemukan di Bangka Belitung pada bulan Desember 1892. Penemunya adalah J.K. van der Meulen, seorang Administrator asal Belanda.
Tak seperti prasasti pada umumnya, Prasasti Kota Kapur berbentuk seperti Obelisk. Isi dari prasasti ini menjelaskan tentang seruan kepada dewata yang melindungi Kadatuan Sriwijaya serta ancaman dan kutukan bagi orang-orang yang berbuat jahat.
Prasasti Karang Berahi ditemukan pertama kali di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi pada tahun 1904. Penemunya merupakan orang Belanda bernama L. Berkhout.