3 Legenda di Sumatera Selatan, Horor untuk Menjaga Anak hingga Nasihat
Sambil tertawa merendahkan, semua penduduk setuju. Namun satu persatu pemuda dan warga desa lainnya tidak ada yang sanggup mencabutnya. Hingga akhirnya bujang kurap mendekati lidi tersebut sambil berkata, jangan pernah menghina sesama manusia, jangan menilai seseorang hanya dari rupa. Karena manusia pada hakekatnya sama dan saling membantu dan membutuhkan. Setelah itu, dengan kesaktiannya lidi tersebut dicabut dan keluar air dari tanah bekas lidi ditancapkan.
Tanah tersebut terus memancarkan air hingga terjadi banjir yang menenggelamkan semuanya dan kampung tersebut berubah menjadi sebuah danau, yakni Danau Raya. Warga kampung tenggelam ke dasar danau, dan Bujang Kurap hilang entah kemana. Sementara perempuan tua yang menjadi ibu angkatnya telah disiapkan rakit yang konon menjadi batu yang saat ini ada di tengah danau tersebut.
Legenda Si Pahit Lidah, seorang pria sakti dan ucapannya menjadi kutukan. Banyak benda atau tempat di Sumsel yang dikaitkan dengan cerita si Pahit Lidah. Salah satunya, Goa Putri di Kabupaten OKU, yang menurut legenda seorang putri dan desa yang dikutuk menjadi goa karena tidak menjawab saat disapa Si Pahit Lidah.
Kemudian ada juga cerita tumpukan batu di Desa Maur, Kecamatan Rupit, Muratara yang menurut legenda berasal dari kerbau yang dikutuk menjadi batu karena mengganggu Si Pahit Lidah mandi.
Cerita rakyat Si Pahit Lidah juga pernah diangkat ke televisi. Terdapat banyak versi cerita rakyat satu ini. Ada yang menyebutkan Si Pahit Lidah adalah Serunting Sakti dari Basemah atau Pagaralam.
Editor: Berli Zulkanedi