Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor Batu Bara Sumsel Turun 4,5 Persen
Advertisement . Scroll to see content

3 Legenda di Sumatera Selatan, Horor untuk Menjaga Anak hingga Nasihat

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 07:43:00 WIB
3 Legenda di Sumatera Selatan, Horor untuk Menjaga Anak hingga Nasihat
Batu melintang di Sungai Rupit Desa Maur Baru. Ada yang menyebutkan bantu tersebut merupakan kumpulan kerbau yang dikutuk Si Pahit Lidah. (Foto: Berli )
Advertisement . Scroll to see content

Cerita ini melekat sejak lama. Makanya tak heran, meski hanya mitos tapi antu banyu seperti nyata. Jika di Palembang terkenal dengan antu banyu, maka masyarakat di daerah Komering (Sungai Komering) mengenalnya dengan nama antu anyar. Ada juga yang menyebutnya antu ayek, dan hantu lawok. 

Sejak dulu sampai sekarang, jika seorang anak kecil sering bermain atau berenang terlalu lama di sungai, biasanya akan ditegur dengan mengatakan “Ati-ati maen di sungi, gek diambek antu banyu! (hati-hati main/mandi di sungai, nanti diambil hantu air)."

Masyarakat percaya, antu banyu akan menarik korbannya ke dalam air hingga ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan meninggal. 

Ada dua versi mengenai awal mula munculnya Antu Banyu. Pertama, kisah mengenai putra mahkota kerajaan yang menderita bau badan menikah dengan putri dari negeri seberang. Pangeran ini badannya berbau amis yang kuat sekali, sehingga banyak yang menjauhi dan enggan menikah dengannya. 

Sampai ada seorang raja yang bersedia menikahkan putrinya dengan pangeran amis. Namun, hanya dalam waktu setengah hari, si putri yang merasa tidak tahan dengan bau badan menceburkan diri ke dalam sungai dan tenggelam. Putri inilah yang menjadi antu banyu. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut