Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 
Advertisement . Scroll to see content

Peduli Nutrisi dan Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting Sejak Dini

Senin, 30 Agustus 2021 - 20:04:00 WIB
Peduli Nutrisi dan Kesehatan Reproduksi, Cegah Stunting Sejak Dini
Forum Kepoin GenBest bertajuk Remaja Beraksi: Peduli Nutrisi dan Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan secara daring untuk remaja di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis (26/8/2021).
Advertisement . Scroll to see content

PASAMAN BARAT, iNews.id – Menyongsong bonus demografi pada 2030, Presiden Joko Widodo menargetkan angka prevalensi stunting di Indonesia turun ke angka 14 persen atau di bawah ambang batas stunting yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 20 persen. Stunting menjadi isu yang penting karena membawa implikasi kepada kemajuan suatu bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wiryanta dalam Forum Kepoin GenBest bertajuk “Remaja Beraksi: Peduli Nutrisi dan Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan secara daring untuk remaja di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis (26/08/2021). 

“Bonus demografi membawa kita pada tingginya proporsi angkatan kerja, oleh karena itu pemerintah menetapkan agar kita bisa memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, memiliki kompetensi, dan memiliki kepribadian Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan Era Keemasan Indonesia pada 2045 agar bisa menjadi bangsa yang terpandang di dunia” ujar Wiryanta. 

Wiryanta pun mengharapkan agar remaja bersama para pemangku kepentingan ikut serta menyebarkan informasi yang didapatkan melalui Forum GenBest kepada para remaja putri sebagai calon ibu dan para ibu muda. Penyebaran informasi diperlukan agar mereka menyadari pentingnya pencegahan stunting sejak dini, khususnya dengan peduli pada nutrisi dan kesehatan reproduksi. 

Dokter Spesialis Gizi Cut Harfiah Halidha mengatakan, remaja seringkali tidak menyadari obesitas dan malnutrisi. Terlebih pada masa pandemi seperti saat ini, seringkali remaja mengkonsumsi banyak makanan namun aktivitasnya lebih sedikit atau justru sebaliknya. Aktivitas yang sedikit menyebabkan asupan makanan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan malnutrisi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut