Biografi Tuanku Imam Bonjol dan Sejarah Perjuangan Perang Padri 1803-1838
Ibu dari Tuanku Imam Bonjol bernama Hamatun, sementara ayahnya bernama Khatib Bayanuddin Shahab yang merupakan seorang ulama berasal dari Sungai Rimbang. Selanjutnya, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelarnya seperti Peto Syarif, Malin Basa dan Tuanku Imam.
Gelar lain yang diperolehnya, yaitu Tuanku nan Renceh dari Kamang. Lalu, salah satu pemimpin dari Harimau nan Salapan, Agam menunjuknya sebagai imam bagi kaum Padri.
Hal inilah yang membuat nama dari Muhammad Syahab akhirnya dikenal oleh seluruh masyarakat dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol. Selain itu, Tuanku Imam Bonjol juga sempat mengenyam pendidikan formal Sekolah Rakyat Desa (setingkat Sekolah Dasar) di Malaysia pada 1779.
Pada 1809 - 1814, Imam Bonjol dewasa mulai mempelajari agama Islam kepada Syekh Ibrahim. Selanjutnya, pada 1818 dia memperdalam ilmu Tarekat Naqsyabandiyah di Bonjol. Dia juga tertarik mempelajari budi bahasa yang luhur, etika dan kearifan.
Sosok dari Tuanku Imam Bonjol yang dikenal sebagai ulama, tokoh dan pejuang yang mempertahankan Tanah air ketika Perang Padri terjadi bersama dengan para kaum padri.