5 Fakta Bencana di Sumbar, Longsor dan Banjir Rendam 11 Kabupaten/Kota
Berikut sejumlah fakta yang dirangkum iNews.id dengan atas musibah banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar;
1. Curah hujan tinggi
BMKG mengeluarkan peringatan dini sejak awal Oktober hingga tiga hari ke depan. Warga diminta mewaspadai potensi hujan sedang-lebat, disertai petir/kilat pada siang-sore sore malam hari di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Kep Mentawai, Solok, Padang Pariaman, Agam, Solok dan daerah lainnya.

2. Banjir disertai tanah longsor
Guyuran hujan merendam permukiman warga. Banjir juga disebabkan luapan sungai atau banjir bandang. Daerah seperti Pasaman Barat, Pasaman, Padang Pariaman, Tanah Datar, mengalami dampak paling parah. Beberapa bahkan merenggut korban jiwa.
3. 11 Kabupaten/Kota Terendam Banjir
Pemprov Sumbar mencatat, hingga Jumat (12/10/2018) 11 kabupaten/kota terendam banjir. Yakni Kabupaten Tanah Datar, Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Kepulauan Mentawai, Sijunjung, dan Kabupaten Solok, serta Kota Sawahlunto.

4. Menelan korban jiwa
Tiga bersaudara warga Korong Padang Toboh Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, yang masih anak-anak jadi korban dalam bencana longsor. Mereka yakni Nando (9), Restu (5), dan Raka (5 bulan). Sementara di Kabupaten Tanah Datar, seorang ibu bernama Rani (30) yang sedang hamil 6 bulan bersama dua anaknya Anis (2,5) dan Steve (10) meninggal kena longsor di Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara. Mereka ditemukan tertimbun lumpur setebal 3 meter dijarak 3 Km dari rumahnya. Beberapa warga juga dilaporkan hilang dan terluka dengan serangkaian bencana banjir dan longsor di Sumbar. BNPB mencatat 2 orang hilang dan 10 terluka.