Sulut Ekspor 6.300 Ton Bungkil Kelapa Senilai Rp17,7 Miliar ke India
Sementara itu Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, potensi ekspor kelapa maupun produk turunan sampai ke limbahnya dari Sulut besar. Inilah sebabya ekspor produk kelapa harus terus didorong.
Menurutnya, bungkil kelapa sudah mengalami proses pengolahan sehingga memiliki daya simpan yang lebih lama dan berdampak pada naiknya nilai tambah komoditas dan dapat tembus pasar ekspor.
"Pemerintah juga telah membuat strategi agar pertumbuhan ekspor terus meningkat, di antaranya mendorong pertumbuhan eksportir baru. Selain itu juga diversifikasi produk ekspor melalui dua cara, yakni mendorong ekspor produk setengah jadi dan turunannya serta mendorong produk baru," kata Jamil.
Sebagai informasi, bungkil kelapa ini di negara tujuan akan digunakan sebagai bahan pakan campuran ternak. Komoditas ini merupakan pakan ternak sumber protein selain bungkil kedelai, kelapa sawit maupun bungkil kacang tanah.
Kandungan protein bungkil kelapa berkisar antara 20-22%, sangat cocok sebagai pakan sapi perah dan dapat digunakan sampai 30% dalam ransum. Komoditas ini merupakan produk samping asal kelapa yang masuk dalam 10 unggulan Kementerian Pertanian.
Editor: Donald Karouw