Sejarah Pemberontakan PRRI/Permesta dan Keterlibatasan AS dalam Operasi CIA
Pada 22 Desember 1956 Kolonel Maludin Simbolon mendirikan Dewan Gajah di Sumatera Timur, Manado dan Sulawesi Utara. Gerakan serupa diambil Letnan Kolonel Ventje Sumual dengan memelopori pendirian Dewan Manguni.
Sementara Kolonel Harun Sohar mendirikan Dewan Garuda di Sumatera Selatan. Dewan-dewan yang dipimpin oleh perwira-perwira menengah angkatan darat ini mengambil sikap menentang pemerintah pusat.
Penentangan terhadap pemerintahan Soekarno dilakukan terang-terangan. Bahkan Dewan Banteng kemudian menyampaikan tuntutan yang bersifat makar, yakni menuntut dibubarkannya pemerintah pusat.
Tidak hanya itu, pada 15 Februari 1958, para perwira militer angkatan darat itu memproklamasikan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Bukittinggi.
Pendirian PRRI sekaligus mengangkat Syafruddin Prawiranegara, yakni tokoh Masyumi sebagai pejabat Presiden. Selain Masyumi, sejumlah tokoh PSI (Partai Sosialis Indonesia), yakni salah satunya Soemitro Djojohadikoesoemo juga berada di jajaran penting PRRI.