Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Perekonomian Daerah, BRI Dukung Bazar UMKM Jelajah Kuliner Indonesia 2025
Advertisement . Scroll to see content

Pilih Mana Vaksin Sinovac atau Pfizer, Begini Tanggapan Dahlan Iskan 

Senin, 14 Desember 2020 - 23:52:00 WIB
Pilih Mana Vaksin Sinovac atau Pfizer, Begini Tanggapan Dahlan Iskan 
Mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Okezone) 
Advertisement . Scroll to see content

Dahlan menilai, pandemi harus ditangani secara cepat sebelum jatuh banyak korban seperti Flu Spanyol. Kejadian tragis pada 1918 itu memakan korban hingga sepertiga penduduk dunia. Ilmu pengetahuan, kata dia, bisa menjadi solusi mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi. 

Di bidang pangan, manusia telah menemukan cara mengatasi potensi krisis pangan. Caranya merekayasa pangan. Banyak produk mulai dari pupuk, kapas, kedelai hingga ubi jalar berhasil direkayasa. Kedelai hasil rekayasa (DMO) menjadi makanan impor yang sehari-hari dimakan masyarakat Indonesia.

 "Saya juga makan tempe dari kedelai modifikasi itu. Tapi kalau boleh memilih saya lebih senang makan tempe dari kedelai lokal. Lebih gurih. Dan yang pasti bukan hasil modifikasi gen," katanya. 

Pijakan yang sama diambil Dahlan menyikapi vaksin. Kalau ada pilihan yang bukan rekayasa atau modifikasi, tentu dia akan memilih untuk menghindarinya. Sikap tersebut, kata dia, juga banyak diambil banyak orang. 

"Yang anti modifikasi gen tanaman saja begitu banyak. Apalagi ini modifikasi gen manusia," kata mantan dirut PLN itu. 

Selain itu, menurut Dahlan, vaksin modifikasi cukup berisiko. Dia mencontohkan vaksin cacar yang merusak kulit di tempat disuntikkan. Meski begitu, dia yakin vaksinasi Covid tak merusak kecantikan seperti cacar.

 "Tapi vaksin yang berasal dari virus yang dilemahkan tetap lebih menarik bagi saya. Sejarah pemakaiannya sudah begitu panjang. Untuk begitu banyak wabah di masa lalu," katanya.

Editor: Cahya Sumirat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut