OJK Sulutgomalut Sebut Kondisi Literasi-Inklusi Sulut di Atas Nasional
"Literasi keuangan telah menjadi isu penting saat ini karena tanpa memahami konsep keuangan dasar, seseorang tidak memiliki bekal keahlian dalam pengambilan keputusan mengenai pengelolaan keuangan dan pemilihan instrumen finansial mengenai tabungan, investasi, pinjaman, dan lainnya," tutur Darwisman.
Rendahnya tingkat literasi keuangan ini memberikan dampak kepada masyarakat menjadi lebih rentan dalam menghadapi berbagai risiko keuangan, seperti ketidaksiapan terhadap pengeluaran tak terduga/darurat, kesenjangan sosial sampai dengan rawan terjebak pada skema penipuan produk keuangan yang tidak berizin/ilegal.
Masyarakat yang memiliki akses keuangan cenderung tidak hanya menghabiskan dananya untuk kesenangan sesaat, tetapi lebih kepada kebutuhan dan mempersiapkan dana untuk keadaan darurat dan merencanakan masa depan.
"Pada akhirnya, peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses keuangan berkontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi serta pengentasan kemiskinan," ujar Darwisman.
Editor: Cahya Sumirat