Menelusuri Destinasi Wisata Kampung China di Manado, Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun
Tak sulit menemukan lokasi pecinan ini sebab berada di tengah-tengah kota. Ke sini bisa menggunakan angkot jurusan Pasar 45 atau taksi online. Dari bandara berjarak sekitar 20 kilometer. Di sekitar kawasan, banyak terdapat rumah makan atau kedai kopi.
Budayawan Tionghoa Sofyan Jimmy Yosadi mengatakan bahwa kawasan Kampung China ini sejak ratusan tahun sudah ada di daerah Kota Manado atau dulunya disebut Wenang. Awalnya kawasan ini masih berupa rawa-rawa, dibangun di belakang Benteng Fort Amsterdam yang didirikan oleh bangsa Portugis dan Spanyol.
Kemudian dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda yang namanya diubah menjadi benteng Fort Nieuw Amsterdam (Amsterdam Baru).
"Kemudian di belakang benteng oleh pemerintah Hindia Belanda dibangun pemukiman-pemukiman yang berdasarkan etnis. Ada China, Arab, termasuk Minahasa, gunanya untuk mudah mengontrol,” katanya.
Sehingga kata dia, pemerintah Hindia Belanda di mana-mana sejak Batavia sampai di beberapa daerah di nusantara adalah untuk mengontrol jadi dikumpulkan. Semudian di belakang benteng ini lahirlah apa yang disebut dengan pemukiman khusus warga Tionghoa yang namanya Kampung China.