Legenda Danau Tondano, Ada Kisah Cinta Terlarang Maharimbow dan Marimbow
Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua, meletuslah kembaran Gunung Kaweng tersebut sehingga menjadi Danau Tondano yang saat ini menjadi salah satu objek wisata di Minahasa.
Legenda Danau Tondano diceritakan terbentuk karena kemurkaan alam karena pernikahan anak dari Tonaas bagian Utara dan Selatan. Tonaas merupakan istilah pemimpin kekuasaan di Minahasa yang kala itu mendiami dua kubu di sebuah gunung tinggi.
Dikisahkan, kedua Tonaas ini memiliki anak. Tonaas Utara dikarunia anak perempuan bernama Marimbaow, sedangkan Tonaas Selatan memiliki anak laki-laki bernama Maharimbow. Mereka tidak pernah bertemu sejak kecil karena perbedaan wilayah tersebut.
Permasalahan muncul saat Marimbow yang menjadi satu-satunya anak dari Tonaas Utara merupakan perempuan. Hal ini menjadi penghalang penerus kekuasaan dan tahta.
Lalu, sang ayah pun memintanya untuk berperilaku dan berpakaian layaknya pria serta melakukan sumpah untuk tidak menikah agar tahta turun kepadanya. Janji itu pun disaksikan oleh masyarakat sekitar dan dia juga belajar ilmu bela diri untuk mendalami karakter pria.