Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan di Wanea Manado Tewaskan Bayi 5 Bulan, Sopir Mobil Jadi Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Komunitas Yahudi di Kota Manado, Hidup Rukun Berbalut Toleransi

Jumat, 04 November 2022 - 10:26:00 WIB
Komunitas Yahudi di Kota Manado, Hidup Rukun Berbalut Toleransi
Komunitas Yahudi di Kota Manado, Sulawesi Utara mempunyai Museum Holocaust yang pertama di Asia Tenggara. Museum tersebut dibangun di Tondano, Kabupaten Minahasa. (Foto: MPI/Subhan Sabu/SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

MINAHASA, iNews.id - Komunitas Yahudi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) hingga saat ini masih bisa hidup berdampingan dengan umat lain. Bahkan mereka pun merasa aman untuk melakukan ibadah secara terbuka.

Mengutip berbagai sumber, keturunan Yahudi Belanda di Sulut cukup leluasa mempraktekkan ajaran agama secara terbuka sejak sebelum kemerdekaan 1945. Namun setelah itu banyak di antara mereka yang berpindah agama menjadi Kristen atau Islam hanya untuk keamanan.

Hal itu terjadi lantaran Yudaisme belum diakui sebagai agama resmi, hingga kemudian banyak warga Yahudi yang mencatatkan dirinya sebagai Kristen Protestan.

Dalam perkembangannya kemudian komunitas Yahudi di Kota Manado bisa mendirikan tempat ibadah seperti Sinagoge Shaar Hashamayim. Sinagoge ini merupakan tempat ibadah orang Yahudi, layaknya gereja, masjid, vihara, pura, kuil dan lain sebagainya. Tempat itu berada di Tondano, sekira 35 kilometer dari Manado.

Sinagoge Shaar Hashamayim berdiri sejak 2004. Komunitas Yahudi di Kota Manado dapat menjalankan kepercayaan mereka dengan aman dan damai. Itulah sebabnya tidak heran jika Sulut  dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut