Kisah Aprilia Manganang, 28 Tahun Sering Di-bully hingga Dibantu KSAD Jadi Laki-Laki Sejati
"Yang membantu persalinan adalah paramedis di rumahnya sehingga yang terjadi kemudian karena anak ini lahir dengan kelainan sistem reproduksinya. Kebetulan masuk di kategori 10 persen yang kasusnya serius. Inilah yang membuat paramedis maupun orang tua secara fisik menganggap anak yang dilahirkan perempuan," kata Andhika.

Jenderal bintang empat itu melanjutkan, kondisi ini terus berlangsung sampai Aprilia sekolah di SD, SMP di Tahuna kemudian pindah SMA ke Manado. Akhirnya tahun 2016, Angkatan Darat melihat prestasinya.
"Itulah kenapa pada saat itu Angkatan Darat memutuskan untuk merekrut Aprilia Manganang dalam satu program rekrutmen khusus Bintara berprestasi dan Aprilia termasuk salah satu yang direkrut menjadi Bintara TNI Angkatan Darat," katanya.
Dalam perkembangannya, komandan satuannya, yaitu panglima kodam di Manado melihat kondisi Aprilia. Selanjutnya Aprilia menjalani pemeriksaan pada 3 Februari di Manado dengan keterbatasan di Rumah Sakit Angkatan Darat Dr Woltermongonsidi.
"Akhirnya saya memutuskan untuk memanggil Sersan Manganang ke Jakarta. Intinya ingin membantu apa yang bisa kami bantu. Seperti yang rekan-rekan lihat tadi, Sersan Manganang ini diklaim sebagai seorang wanita, memiliki akte kelahiran seorang wanita, tetapi penampilan fisiknya tidak seperti wanita lain. Jadi saya berkonsultasi menawarkan apa yang bisa kami bantu untuk dia," katanya.