Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karantina Sulut Gagalkan Penyelundupan 800 Kg Daging Celeng di Pelabuhan Bitung
Advertisement . Scroll to see content

Karantina Sulut Perketat Masuknya Daging Celeng, Cegah Wabah Demam Babi Terulang

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:38:00 WIB
Karantina Sulut Perketat Masuknya Daging Celeng, Cegah Wabah Demam Babi Terulang
Diskusi Karantina Sulut bersama BKSDA, Dinas Peternakan, dan pelaku usaha terkait pemasukan daging celeng. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id – Distribusi daging celeng ke Sulawesi Utara (Sulut) akan diperketat. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulut mengambil langkah ini untuk mencegah terulangnya krisis demam babi yang sempat melumpuhkan peternakan pada 2023 lalu.

Kepala Karantina Sulut I Wayan Kertanegara mengatakan, dalam diskusi bersama bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), serta sejumlah pelaku usaha daging celeng, ditekankan pentingnya dokumen karantina sebagai syarat utama pemasukan daging dari luar daerah.

“Prosedur karantina di daerah asal adalah benteng pertahanan utama untuk memastikan daging yang masuk sudah terjamin kesehatan dan keamanannya. Karantina akan menerbitkan dokumen karantina berupa sertifikat kesehatan sebagai jaminan bahwa komoditas yang dikirim layak untuk dilalulintaskan dan bebas dari risiko penyakit,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).

Tanpa dokumen karantina, asal usul dan kondisi daging tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kondisi itu dikhawatirkan membawa penyakit menular yang dapat menghantam ribuan peternak lokal.

Sulut pernah mengalami krisis akibat demam babi pada 2023, yang menyebabkan kematian massal ternak dan anjloknya harga jual. Situasi inilah yang ingin dicegah melalui pengawasan ketat distribusi daging celeng.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut