Cegah Komplikasi, Pasien Diabetes Jangan Lewatkan Sahur saat Puasa
Untuk mengatasinya, segera batalkan puasa dengan mengonsumsi makanan dan minuman manis yang dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah, seperti permen, teh manis, dan jus buah.
"Jika kadar gula darah Anda kurang dari 70 mg/dl, lebih dari 300 mg/dl, dianjurkan untuk membatalkan puasa, atau saat merasa tubuh tidak sehat atau fit," kata dia.
Lebih lanjut, penyandang diabetes sebaiknya tetap berolahraga rutin ketika puasa baik untuk menjaga kebugaran dan ini sebaiknya tidak dilakukan berlebihan agar tak menyebabkan hipoglikemia.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan ialah perlunya pasien tetap mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter.
Ikhsan mengatakan, ibadah puasa memang diwajibkan untuk seluruh umat Islam, meski demikian bagi mereka yang hidup dengan diabetes, ada baiknya mempertimbangkan kembali kondisi sebelum menjalaninya.
Karenanya, penyandang diabetes disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit dalam subspesialis endokrin, metabolik, dan diabetes setidaknya satu hingga dua bulan sebelum hendak menjalani ibadah puasa.
Nantinya, dokter melakukan pemeriksaan fisik, mengevaluasi gula darah Anda, dan menentukan apakah kondisi tubuh pasien aman untuk menjalani ibadah puasa. Jika kadar gula darah terkontrol dengan baik, ibadah puasa tentu dapat dilakukan tanpa kendala.
Editor: Cahya Sumirat