Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,0 Guncang Melonguane Sulut
Advertisement . Scroll to see content

Budaya Makan Kucing di Sulawesi Utara, Bukan Hanya Soal Rasa

Minggu, 11 Desember 2022 - 07:01:00 WIB
Budaya Makan Kucing di Sulawesi Utara, Bukan Hanya Soal Rasa
Budaya makan kucing di Sulawesi Utara masih dilakukan sebagian orang meski hewan ini bukan hewan ternak. (Foto: MPI/Cahya Sumirat)
Advertisement . Scroll to see content

MINAHASA, iNews.id - Budaya makan kucing di Sulawesi Utara sebagian orang masih melakukannya dan masih ada hingga sekarang. Hal ini tak hanya terkait dengan rasa dan selera namun mitos yang menyertainya.

Selama ini daging kucing masih ada yang menjualnya. Dagingnya masih bisa dijumpai di pasar dan rumah makan tertentu hingga ada pula yang memasaknya di rumah sebagai sajian seperti halnya ikan pada umumnya.

Warga Minahasa menyebut daging kucing dengan nama ikang tusa. Mengonsumsinya dengan tujuan untuk merekatkan warga tetap rukun sebagai interaksi sosial antara individu dan individu yang lain.

Hal tersebut terlepas dari anggapan bagi kebanyakan orang, kucing merupakan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Tapi bagi penggemar kuliner ekstrem, dagingnya enak disantap.

Budaya makan kucing di Sulawesi Utara, kenapa masih ada hingga sekarang, selain karena memang hobi makan daging kucing, sebagian besar warganya pun piawai meramu bumbu masakan hingga daging kucing nikmat disantap.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut