BI Sulut: Kota Kotamobagu Inflasi Sebesar 0,23 Persen
"Komoditas kedua kelompok yang tercatat menyumbang inflasi cukup tinggi di antaranya obat dengan resep, tarif laboratorium, martabak, dan mie," ujar Arbonas.
Kenaikan harga komoditas yang relatif jarang bergerak tersebut mengindikasikan adanya perubahan permintaan ataupun suplai komoditas tersebut selama Januari 2021. Khusus di Kotamobagu, disamping faktor tingginya volatilitas harga bahan baku yang ikut menjadi pendorong kenaikan harga sebagian komoditas tersebut yang menjadi produk turunannya.
"Bank Indonesia dan TPID Sulawesi Utara memandang meningkatnya tekanan inflasí di Kota Manado dan Kotamobagu menunjukan bahwa permintaan masih berjalan meski terjadi penurunan aktivitas sosial ekonomi. Aktivitas ekonomi yang terus berada dalam tren positif sepanjang triwulan V 2020 pada Januari 2021 terus menunjukan penurunan," kata Arbonas.
Pembatasan jam operasional dalam rangka penanggulangan Covid-19 juga menurutnya jadi penyebab menurunnya tingkat aktivitas sosial ekonomi masyarakat Sulawesi Utara. Meski demikian, peningkatan tekanan inflasi yang terjadi memberikan indikasi bahwa terdapat realisasi permintaan di tengah pasokan sebagian komoditas yang cenderung terbatas sehingga memicu kenaikan harga.
Aktivitas sosial ekonomi masyarakat masih berpotensi meningkat sejalan dengan pengendalian pandemi yang lebih efektif ditunjang bergulirnya proses pemberian vaksin. Peningkatan aktivitas tersebut tentu akan diiringi dengan peningkatan permintaan masyarakat, sehingga kenaikan tekanan inflasi berpotensi terjadi kembali.