Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China
Advertisement . Scroll to see content

Ban Hing Kiong, Kelenteng Tertua di Manado Berdiri Sejak 1819

Senin, 31 Januari 2022 - 16:53:00 WIB
Ban Hing Kiong, Kelenteng Tertua di Manado Berdiri Sejak 1819
Kelenteng Ban Hing Kiong di jalan DI Panjaitan, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara. (Foto: MPI/Subhan Sabu)
Advertisement . Scroll to see content

MANADO, iNews.id - Di tengah kepadatan hunian serta ramainya kendaraan di jalan DI Panjaitan, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, terdapat sebuah bangunan dengan warna merah mencolok dengan ciri khas arsitektur China. Bangunan itu adalah Kelenteng Ban Hing Kiong.

Secara etimologi, nama Ban Hing Kiong berasal dari bahasa Tiongkok yang terdiri dari tiga kata, yaitu Ban yang artinya banyak, Hin memiliki arti berkah yang melimpah, sedangkan Kiong dapat dimaknakan dengan Istana. Jadi secara harfiah, nama Ban Hing Kiong dapat dimaknakan sebagai suatu tempat ibadah yang dibangun sebagai istana Tuhan dan memiliki berkah yang melimpah.

Keberadaan kelenteng sendiri tidak lepas dari campur tangan pemerintah Hindia Belanda yang pada waktu itu membangunan pemukiman - pemukiman yang berdasarkan etnis. Ada etnis China, Arab, termasuk Minahasa, gunanya untuk mudah dalam mengontrol.

"Jadi dikumpulkan, sehingga kemudian lahirlah apa yang disebut dengan pemukiman khusus warga Tionghoa yang namanya Kampung China di sebelahnya ada kampung Arab ada juga disebut dengan Kampung Tomohon dan ada bantik dan sebagainya," kata Budayawan Tionghoa Sofyan Jimmy Yosadi kepada MNC Portal, Senin (31/1/2022).

Dari situlah kemudian dibangun kelenteng pertama di tanah Minahasa, Sulawesi Utara yang namanya adalah Klenteng Ban Hing Kiong. Kelenteng yang merupakan tempat ibadah umat Kong Hu Cu, Tao, dan Buddha ini sudah berdiri sejak 1819. Waktu itu masih terbuat dari kayu, berdinding papan dan dinding lainnya terbuat dari bambu, namun ciri khas arsitektur bangunannya dari dulu hingga sekarang tidak banyak berubah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut