2 Pekan Operasi Keselamatan Samrat, Laka Lantas di Sulut Turun
“Operasi Keselamatan 2023 terjaring pelanggaran sebanyak 11.148, naik 2.764 pelanggaran dari tahun 2022. Khusus untuk tilang terjadi kenaikan 614 persen dari 333 di tahun 2022 menjadi 2.376 di tahun 2023. Sedangkan teguran naik sembilan persen dari 8.051 di tahun 2022 menjadi 8.772 di tahun 2023,” kata AKBP Roy Tambayong.
Sementara itu untuk jenis pelanggaran tertinggi selama pelaksanaan Operasi Kepolisian Keselamatan Samrat-2023 didominasi oleh pelanggaran tanpa helm untuk kendaraan R2 dan kelengkapan kendaraan untuk R4.
“Pelanggaran kendaraan R2 didominasi tidak menggunakan helm sebanyak 3.241 pelanggaran, kelengkapan kendaraan 1.286 pelanggaran, dan lain-lain 761 pelanggaran. Dan untuk kendaraan R4 didominasi kelengkapan kendaraan sebanyak 616 pelanggaran, safety belt 461 pelanggaran, dan lain-lain 363 pelanggaran,” tuturnya.
Untuk wilayah yang mengalami laka lantas tertinggi terjadi di Manado sedangkan terendah di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro.
“Satwil dengan laka lantas tertinggi terjadi di wilayah Polresta Manado dengan 17 kejadian disusul Polres Minut delapan kejadian. Sedangkan terendah terjadi di Kotamobagu, Sangihe dan Sitaro dengan nihil kejadian,” ujar AKBP Roy Tambayong.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap mematuhi aturan dalam berlalu lintas.
“Utamakan keselamatan, karena keselamatan adalah yang pertama dan utama,” ucapnya.
Editor: Cahya Sumirat