Menyikapi hal ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melalui Divisi Koordinator Penindakan Ratna Dewi Pattolo telah meminta Bawaslu Provinsi Sulsel menelusuri video viral yang dinilai menyerang Capres Jokowi tersebut. Pasalnya, informasi beredar menyebutkan lokasi dalam video di Kota Makassar.
“Karena informasinya itu terjadi di Makassar, Bawaslu Sulsel sudah melakukan penelusuran. Tapi, sampai hari ini ternyata informasi itu belum ditemukan kebenarannya apakah benar itu di Makassar. Sebab, setelah diperintahkan ke kabupaten/kota, tidak ada satupun yang bisa menemukan di mana peristiwa itu terjadi dan siapa,” kata Ratna Dewi Pattolo, Selasa malam (5/3/2019) di Makassar.
Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi membenarkan, sejak video itu beredar, pihaknya langsung konsolidasi dengan kabupaten/kota, Selasa (6/3/2019). Bawaslu diminta memastikan lokasi video yang disebut-sebut di Makassar, Sulsel.
“Hingga malam ini, konfirmasi dari teman-teman kabupaten yang sudah melakukan penelusuran di wilayahnya, belum ada kepastiannya lokasi itu di Sulsel atau di luar Sulsel,” kata Laode Arumahi.
Dia juga mengatakan, sampai sekarang juga belum ada laporan dari tim kampanye daerah yang merasa dirugikan dengan kampanye negatif itu. Meskipun begitu, Bawaslu akan tetap menelusuri video kampanye hitam tersebut.
“Tentu kalau kami bisa dapatkan lokasinya, maka langkah-langkah penindakan harus kami lakukan dengan meminta klarifikasi pihak-pihak terkait di video itu,” katanya.
Editor: Maria Christina