Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Tangis Haru Iringi Pemakaman Serka Syahlan yang Gugur Ditembak KKB

Sabtu, 19 September 2020 - 17:14:00 WIB
Tangis Haru Iringi Pemakaman Serka Syahlan yang Gugur Ditembak KKB
Suasana pemakaman Serka Syahlan yang digelar secara militer di TMP Palia, Kabupaten Pinrang, Sulsel, Sabtu (19/9/2020). (Foto: iNews/Ichsan Ansari)
Advertisement . Scroll to see content

PINRANG, iNews.id – Jenazah Serka Syahlan yang gugur ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Palia, Kabupaten Pinrang, Sabtu (19/9/2020) siang. Tangis haru keluarga mengiringi pemakaman anggota Kodim 1404 Pinrang itu.

Pemakaman bintara tingkat tiga ini dilakukan dengan upacara militer karena Serka Syahlan gugur saat menjalankan tugas operasi BKO di Koramil Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 17 September 2020 lalu.

Upacara dipimpin Dandim 1404/Pinrang Letkol Inf M Wahyudi Amry yang bertindak sebagai inspektur upacara dan komandan upacara Danramil 1404-06 Kapten Inf Zakir.

Keluarga tampak sangat berduka atas kepergian Serka Syahlan. Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang masih kecil.

Komandan Korem 142 Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil mengatakan, segala hak-hak almarhum anggota Kodim 1404 Pinrang ini akan diberikan kepada keluarga korban.

“Hak-hak almarhum, di samping santunan uang duka dari negara, biaya segala macam untuk proses permakaman semua ditanggung negara dalam hal ini TNI. Kemudian, hak-hak yang lain seperti pensiun, semua diberikan kepada ahli waris. Ini semua secepatnya diproses untuk diberikan kepada ahli waris,” kata Brigjen TNI Djashar Djamil.

Bahkan, kata Danrem, pihak Korem 141 Toddopuli tengah mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa untuk almarhum Serka Syahlan. Saat ini kenaikan pangkat untuk menghargai jasa-jasa almarhum sudah diproses.

“Kenaikan pangkat sedang dalam proses dan akan berjalan sebagaimana yang semestinya. Biasanya naik satu tingkat,” katanya.

Sementara keluarga mengaku tidak menyangka akan kehilangan sosok Serka Syahlan. Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada 10 September lalu. Namun, keluarga mengaku tidak memiliki firasat buruk apa pun menjelang kejadian yang merenggut nyawa Serka Syahlan di Papua.

“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Kami terakhir kali berkomunikasi tanggal 10 lalu, hanya menyampaikan akan lama di Papua,” kata anak almarhum Serka Syahlan, Rudi.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut