Takut Kunci Motor Disita Polisi, Sekelompok Remaja di Pangkep Kocar-Kacir saat Razia
Dengan menggunakan mobil, tim kembali berkeliling menyusuri tempat-tempat perkumpulan remaja di Pangkep. Petugas gabungan ini kembali membubarkan kerumunan massa di warung kopi dan kafe.
Polisi langsung meminta sekelompok pemuda untuk pulang ke rumah dan pemilik usaha menutup warung dan kafenya. Mereka diingatkan untuk tidak berkumpul dan mengurangi interaksi di ruang publik, sesuai anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, petugas gabungan mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak mendesak.
Kabag Ops Polres Pangkep Kompol Andi Muh Muzakir mengatakan, bila masih ada warga atau remaja yang sedang berkumpul di luar rumah, petugas meminta mereka membubarkan diri dengan cara persuasif. Namun jika membandel, kali ini petugas gabungan akan melakukan tindakan tegas dengan mengambil kunci motornya.
“Kami melakukan patroli mobile untuk memonitor kegiatan-kegiatan anak muda yang masih berkeliaran. Tentunya apabila kami menemukan, kami mengambil kunci motornya kalau memang tidak mau pulang. Itu langkah yang kami lakukan,” kata Kompol Andi Muh Muzakir.
Muzakir mengatakan, patroli pencegahan virus corona akan terus dilakukan di berbagai titik hingga kasus ini benar-benar hilang. Warga dan terutama para orang tua diharapkan mengindahkan imbauan pemerintah. Para orang tua juga diharapkan mengingatkan anak-anaknya agar tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami sangat mengimbau kepada adik-adik terutama para pelajar yang diliburkan untuk tidak berkeliaran selama virus corona ini belum berhenti, belum hilang, atau situasi belum normal. Jadi, sekali lagi saya minta kepada seluruh orang tua untuk selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tetap di rumah,” katanya.
Editor: Maria Christina