TAKALAR, iNews.id - Aliansi Masyarakat Pesisir (ASP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai abrasi di sepanjang pantai Galesong, Kabupaten Takalar, dipicu karena penambangan pasir laut. Aktivitas tersebut dilakukan oleh perusahaan tambang lokal dan maupun internasional untuk reklamasi.
Koordinator ASP, Muhaimin Arsenio mengatakan, kondisi pesisir pantai tersebut memang sangat memprihatinkan. Sejumlah desa terkena abrasi antara lain, Desa Mangindara, Desa Mappakalompo, Desa Boddia, Desa Galesong Kota, Desa Tamasaju dan Desa Sampulungan.
"Bukan hanya tanah dan rumah warga yang bermukim di wilayah pesisir yang rusak, tetapi juga fasilitas umum di sana," kata Muhaimin kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).
BACA JUGA: Pemakaman Umum di Takalar Rusak Terkena Abrasi, Kain Kafan Terlihat Warga
Menurut dia, penyebab gelombang air laut ini karena hilangnya sebagian pasir dan terumbu karang sebagai peredam gelombang air laut secara alami. Hal ini bukan karena cuaca ekstrem, tapi juga pengerukan serta aktivitas tambang pasir di laut secara berlebihan.