Sejarah Kerajaan Gowa Tallo, Pernah Dipimpin oleh Raja Dijuluki Ayam Jantan dari Timur
Sebelum menjadi kerajaan bercorak Islam, pada awalnya wilayah Kesultanan Gowa terdapat sembilan komunitas yang dikenal dengan nama Bate Salapang atau Sembilan Bendera.
Sembilan komunitas tersebut terdiri dari Tombolo, Lakiung, Saumata, Parang-parang, Data, Agangjene, Bisei, Kalili dan Sero.
Dengan berbagai cara mulai dari damai hingga paksaan, sembilan komunitas tersebut membentuk Kerajaan Gowa pada awal abad ke-14.
Saat itu, masyarakat dan penguasanya masih menganut kepercayaan animisme. Kemudian Tomanurung Bainea diangkat menjadi raja dan mewariskan Kerajaan Gowa kepada putranya, yaitu Tumassalangga.
Kerajaan Gowa juga pernah terbelah menjadi dua setelah masa pemerintahan Tonatangka Lopi pada abad ke-15. Hal ini disebabkan adanya perang saudara antara dua putra Tonatangka Lopi yakni Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero yang saling merebutkan takhta.