Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Calang Aceh Jaya, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Penjelasan BMKG soal Curah Hujan Tinggi yang Picu Banjir Bandang di Luwu Utara

Minggu, 19 Juli 2020 - 20:45:00 WIB
Penjelasan BMKG soal Curah Hujan Tinggi yang Picu Banjir Bandang di Luwu Utara
Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdampak pada sedikitnya 4.202 unit rumah, dan puluhan fasilitas umum lainnya. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

Indra mengatakan sebenarnya curah hujan di Luwu Utara pada 13 Juli saat terjadi banjir cenderung rendah. Namun, pada hari-hari sebelumnya curah hujan cenderung tinggi.

“Pada kasus kemarin tanggal 13 Juli, sebenarnya curah hujan yang diamati dari titik pengamatan di permukaan itu tidak tinggi di 13 Juli, berada pada kriteria rendah ya, di bawah 50 mm dalam 10 hari,” katanya.

“Tetapi curah hujan sebelumnya tanggal 12 Juli itu sudah tinggi diatas 50 mm dalam 10 hari. Jadi curah hujan atau banjir di Masamba ini bukan hanya diakibatkan oleh hujan yang turun pada tanggal 13 Juli tetapi juga masih dari hujan yang turun di hari-hari sebelumnya,” paparnya.

Hal ini, kata Indra, sebagian besar wilayah Indonesia khususnya yang bagian selatan ekuator berada pada periode musim kemarau.

“Tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua, kenapa pada saat ini ada daerah yang masih curah hujannya tinggi ekstrim bahkan banjir? Bahwa luasnya wilayah kita itu berakibat pada pola cuaca dan iklimnya tidak seragam. Artinya apa walaupun musim kemarau tidak semua daerah Indonesia itu berada pada periode kemarau,” katanya

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut