Pandemi Covid-19, Petani Madu Hutan di Maros Banjir Pesanan
MAKASSAR, iNews.id - Pandemi Covid-19 membuat petani madu hutan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), banjir pesanan. Bahkan, permintaan madu hutan meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan kondisi biasanya.
Salah seorang petani madu, Monru di Dusun Pangisoreng, Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, mengatakan, sepanjang masa pandemi Covid-19, dia bersama anggota keluarganya harus lebih giat mencari madu di hutan Mallawa. Mereka harus melalui medan yang cukup ekstrem demi memenuhi permintaan madu hutan yang meningkat.
"Biasanya pengumpul hanya menyediakan 150 botol sebulan untuk memenuhi permintaan pelanggan atau pedagang, tapi sekarang empat bulan terakhir rata-rata 300 botol sebulan," katanya.
Kendati permintaan cukup tinggi pada masa pandemi untuk konsumsi madu dalam menjaga imunitas tubuh, mereka tidak menaikkan harga. Sebab, harga yang ditetapkan petani madu di Mallawa Rp100.000 per botol sudah standar dan disepakati kelompok petani madu.
Hal ini juga dibenarkan salah seorang tokoh masyarakat Mallawa yang juga Pembina Desa di Mallawa, H Bustam. Aktivitas petani madu di Mallawa cukup besar sehingga produksi madu hutan di daerah itu terkenal di kalangan masyarakat.