Menteri PUPR Fokuskan Perbaikan Jalan, Relokasi Warga dan Normalisasi Sungai di Luwu Utara
Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menambah alat berat guna mempercepat penanganan darurat banjir bandang. Tambahan alat berat dikerahkan ke Desa Radda yang terdampak paling parah.
Banjir bandang yang terjadi Luwu Utara merendam enam kecamatan mengakibatkan sebagian ruas jalan trans Sulawesi ditutup atau tertutup material lumpur. Kondisi terparah dengan lumpur setinggi lebih dari satu meter terjadi di wilayah Radda dan Masamba.
Pemerintah melakukan pembukaan ruas jalan yang tertutup lumpur menggunakan alat berat untuk membersihkan lumpur dari akses utama yang menghubungkan Luwu Utara dengan daerah lain.
Banjir bandang pada Senin (13/7/2020) malam disebabkan luapan air Sungai Masamba menyusul hujan berintensitas sangat tinggi di hulu sungai. Luapan air sungai tersebut membawa material lumpur dan batang pohon berukuran besar.
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah mengerahkan tiga ekskavator, satu dozer, dan dua dump truck. Selain itu ada pula empat ekskavator dari instansi setempat yang membantu proses penanganan darurat.
Penanganan darurat juga dilakukan Kementerian PUPR dengan membangun tanggul karung pasir untuk mencegah kembalinya meluap air sungai, serta menyediakan fasilitas air bersih, sanitasi, dan bantuan sembako bagi pengungsi.
Editor: Maria Christina