Keluarga Mengamuk di RS, 2 Korban Pembacokan di Makassar Tak Dioperasi karena Covid-19
Herawati mengatakan, hingga Jumat malam pukul 20.33 tadi, kedua korban masih di IGD RSUD Ibnu Sina. Keluarga mendapat informasi, korban Siti Salma dan putrinya Selvi rencananya dievakuasi ke Rumah Sakit Wahidin. Namun, setelah itu, pihak rumah sakit menginformasikan keduanya akan dipindahkan ke RS Dadi.
"Mengamuk sekarang keluarga di RSUD Ibnu Sina karena dari jam 1 pasien baru diberi transfusi darah. Mereka awalnya katakan urus ke RS Wahidin karena ada sarana operasi pasien Covid-19 dan peralatannya lengkap. Setelah diurus dan sudah siap, malah mereka rujuk ke RS Dadi yang jauhnya sekitar 2 jam lebih. Keluarga seakan-akan dipimpong padahal pasien kritis ini," kata Herawati.
Herawati mengatakan, keluarga sangat menyayangkan tindakan RSUD Ibnu Sina yang tidak segera mengoperasi kedua korban.
"Saya sebagai keluarganya sangat menyayangkan tindakan dari tim medis RSUD Ibnu Sina yang tidak mengutamakan kemanusiaan dengan kondisi pasien yang mengalami luka tebas. Apakah status Covid-19 bisa langsung divonis ke pasien tanpa pemeriksaan secara detail. Hingga sekarang belum dilakukan operasi, padahal pasien sudah di rumah sakit sekitar delapan jam lalu," katanya.
Menurut Herawati, informasi dia peroleh, karena status kedua keluarga dikonfirmasi Covid-19, keduanya harus membayar biaya operasi sebesar Rp50 juta per orang. Dengan begitu, biaya operasi untuk keduanya sekitar Rp100 juta.