Kader Posyandu di Gowa Bakal Terima Insentif untuk Kurangi Angka Stunting
Diakui Hasrul, selama ini kader Posyandu tidak mengunjungi ibu hamil ataupun ibu dengan balita karena kesulitan biaya transportasi. Dengan adanya insentif tambahan ini, dia berharap kader Posyandu tidak lagi mengalami kendala.
“Tidak ada lagi alasan kader-kader posyandu di desa untuk tidak turun ke rumah warga dengan alasan tidak ada uang bensin atau uang transport,” ujarnya.
Hasrul mengatakan, angka stunting di Kabupaten Gowa secara keseluruhan adalah 8,3 persen. Dia mengklarifikasi data yang dirilis pemerintah pusat yang sebelumnya mengatakan angka stunting di Gowa mencapai 44 persen.
Berdasarkan temuan di lapangan, kecamatan yang paling tinggi angka anak stunting adalah Bontonompo Selatan, kemudian disusul Bontonompo. Untuk Bontonompo Selatan ditemukan kasus stunting sebesar 20 persen.
"Di PMD kami mengukur stunting berdasar indikator hijau, merah dan kuning. Kalau hijau sangat sehat, kalau kuning agak sakit tapi belum tentu stunting dan warna merah berarti sudah stunting," katanya.
Dia menambahkan, ada beberapa penyebab yang membuat anak stunting. Mulai dari orang tua perokok, air yang tidak sesuai level bersih, karena lingkungannya kumuh, ada juga karena tidak punya jamban.
"Sekarang Gowa sudah bebas ODF atau masyarakatnya sudah menggunakan jamban. Penyebab tertinggi stunting di Gowa adalah rokok. Itu indikator penyebab tertinggi dari sekian penyebab stunting," katanya.
Editor: Reza Yunanto