Hadits Larangan Marah dalam Islam dan Petunjuk Rasulullah untuk Mengatasinya
Maksud 'Jangan Marah' yang ditekankan oleh Rasulullah tersebut adalah agar untuk senantiasa menahan diri ketika ada sebab yang membuat marah, sampai akhirnya menjadi tidak marah lagi. Selain itu, sampai melakukan kelanjutan dari marah. Jika ada yang mau marah hingga mau mentalak istrinya, maka seseorang perlu mengingatkan dengan berkata, “Bersabarlah, tahanlah diri terlebih dahulu.”
Hadits lain juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya. Rasulullah SAW bersabda kepada seorang sahabatnya tentang keutamaan menahan amarah adalah memperoleh surga. Beliau bersabda:
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga."
Larangan marah menjadi sebuah wasiat dari Rasulullah SAW kepada umatnya. Bisa menahan marah juga mencerminkan kedalaman iman seseorang.
"Barangsiapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan iman." (HR. Abu Dawud).
Menahan amarah akan diridhoi oleh Allah SWT. Hal itu sebagaimana termaktub dalam hadits berikut: