Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Sulsel Selama 14 Hari

Senin, 28 Januari 2019 - 20:11:00 WIB
Gubernur Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Sulsel Selama 14 Hari
Banjir dan longsor di Sulsel menewaskan 69 orang dan 553 rumah rusak. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menyebutkan, bencana banjir, longsor dan puting beliung terjadi di 201 desa di 78 kecamatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai.

Dampak bencana tersebut, tercatat 69 orang meninggal, 7 orang hilang, 48 orang luka-luka, 9.429 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 559 unit rumah rusak (33 unit hanyut, 459 rusak berat, 37 rusak sedang, 25 rusak ringan, 5 tertimbun), 22.156 unit rumah terendam, 15,8 km jalan terdampak, 13.808 Ha sawah terdampak, 34 jembatan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 8 Fasilitas Pemerintah, dan 65 unit sekolah. “Sebagian besar bannjir sudah surut di daerah. Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumahnya, namun sebagian masih tinggal di pengungsian,” ujarnya.

Menurut Sutopo, masyarakat yang berada di pengungsian karena rumahnya rusak berat. Mereka merasa lebih nyaman di pengungsian karena takut adanya banjir dan longsor susulan. “Masyarakat memerlukan bantuan untuk membersihkan lumpur dan material dari banjir dari rumahnya,” katanya.

Sementara itu, dalam kunjungannya Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Kepala BNPB, Menteri PUPR dan Menteri Sosial pada Sabtu (26/1/2019) menyampaikan beberapa hal. Di antaranya, meminta BNPB dan BPBD mengatasi hal-hal yang terkait dengan percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Sulsel. Selain itu, BNPB segera membantu pendanaan perbaikan rumah yang rusak akibat bencana.

Kementerian/Lembaga terkait membantu perbaikan dan pembangunan Infrastruktur dan sarana umun dan penanganan pengungsi harus dilakukan dengan kebutuhan dasar pengungsi harus dicukupi.

Selain itu, perlu law enforcement dan penertiban serta langkah-langkah penataan jenis tanaman seperti jagung, sayur-sayuran diganti dengan tanaman kopi, jambu mete, kakao sehingga dapat menjaga lingkungan dari banjir dan longsor.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut