Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu PBI BPJS yang Pesertanya Dinonaktifkan? Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Jeneponto Ricuh, Protes Kartu KIS Dinonaktifkan

Kamis, 05 Februari 2026 - 22:19:00 WIB
Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Jeneponto Ricuh, Protes Kartu KIS Dinonaktifkan
Massa mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Jeneponto memprotes 48.000 kartu KIS dinonaktifkan. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JENEPONTO, iNews.idAksi demonstrasi ratusan mahasiswa dan pemuda di depan Kantor Bupati Jeneponto, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Kamis (5/2/2026). Massa yang tergabung dalam 22 lembaga di bawah bendera Barisan Pejuang Jaminan Sosial (BPJS) terlibat aksi saling dorong dengan petugas saat mencoba menerobos masuk ke halaman kantor bupati. 

Kericuhan dipicu oleh kemarahan pengunjuk rasa yang menilai pemerintah daerah tidak peka terhadap nasib puluhan ribu warga miskin yang hak kesehatannya dicabut secara sepihak.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa aksi ini merupakan gerakan moral untuk menyuarakan jeritan puluhan ribu rakyat miskin di Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 48.000 warga dilaporkan kehilangan kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) akibat adanya perubahan sistem pendataan.

Massa menilai, penerapan Sistem Desil dalam penentuan penerima jaminan kesehatan sangat tidak objektif dan tidak sesuai dengan realitas sosial di lapangan. Akibatnya, banyak masyarakat kecil kini hidup dalam ketakutan untuk berobat karena terbentur biaya rumah sakit yang mahal.

"Kehadiran kami membawa jeritan rakyat miskin. Hak kesehatan mereka direnggut oleh sistem pendataan yang tidak berpihak pada rakyat," teriak salah satu orator di atas mobil komando.

Komandan lapangan aksi, Edi Sore Subarga, mendesak Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan Sistem Desil. Menurutnya, proses verifikasi harus dilakukan secara faktual dengan turun langsung ke rumah-rumah warga, bukan sekadar berbasis data statistik yang sering kali tidak akurat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut