Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Danlanud Merauke Kolonel Pnb Herdy Baru Setahun Menjabat, Dicopot gegara Insiden Injak Kepala Warga

Rabu, 28 Juli 2021 - 17:17:00 WIB
Danlanud Merauke Kolonel Pnb Herdy Baru Setahun Menjabat, Dicopot gegara Insiden Injak Kepala Warga
Danlanud Johannes Abraham Dimara Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto yang dicopot Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto setelah ulah dua oknum anggota TNI AU menginjak kepala warga Merauke. (Foto: TNI AU)
Advertisement . Scroll to see content

Danlanud Merauke atau Danlanud DMA itu mengakui anak buahnya anggota Polisi Militer TNI AU (Pomau) berinisial Serda D dan Prada V sangat berlebihan dalam bertindak. Hal ini terkait video viral keduanya menginjak kepala warga yang merupakan penyandang disabilitas.

Dia pun menegaskan, kedua anak buahnya akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Saat ini, kedua anggota Pomau diamankan karena diduga menginjak kepala warga yang merupakan penyandang disabilitas di Merauke, Papua.

Diketahui, aksi dua oknum anggota TNI AU di Merauke, Provinsi Papua, yang menginjak kepala warga setempat membuat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah. Panglima pun memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Sat POM AU. 

Bahkan, Panglima TNI meminta agar Rabu (28/7/2021) malam ini juga, pencopotan itu dieksekusi. Selanjutnya, segera dilakukan serah terima jabatan pada dua pejabat baru.

"Saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," kata Panglima TNI.

Panglima TNI menegaskan, dia menilai insiden kekerasan itu terjadi karena keduanya tidak bisa membina anggotanya. Dua oknum anggota TNI AU itu tidak peka memperlakukan warga, khususnya yang menyandang disabilitas. Diketahui, pemuda yang diinjak dan didorong ke trotoar oleh dua oknum TNI AU tersebut terlihat kesulitan berbicara atau tunawicara.

"Mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut