Berdasarkan jadwal pemberangkatan, untuk bahan pokok seperti telur dan beras diberangkatkan menuju Kota Samarinda pada Senin (6/1/2020) malam, namun hingga Kamis pagi tadi belum ada kepastian akan berangkat.
"Sebetulnya tadi malam (Rabu) mau berangkat. Tapi ternyata masih tidak bagus cuacanya, jadi menunggu sampai siang nanti," kata dia.
BACA JUGA: BPBD Imbau Nelayan di Takalar Waspada Gelombang Tinggi saat Melaut
Meski tidak mengalami kerugian secara materiil, namun pihak pelayaran mengaku mengalami kerugian waktu lantaran jadawal pemberangkatan tertunda.
"Saya tidak tahu kalau pemilik barang. Tapi untuk angkutan pelayaran ini kerugiannya hanya masalah waktu saja, jadi empat hari hanya diam di pelabuhan," ujar dia.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal