Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tersesat akibat Cuaca Buruk, 2 Wanita Pendaki Gunung Lawu asal Ngawi Dievakuasi
Advertisement . Scroll to see content

Cuaca Buruk, Kapal Pengangkut Sembako Tertahan 4 Hari di Pelabuhan Parepare

Kamis, 09 Januari 2020 - 12:45:00 WIB
Cuaca Buruk, Kapal Pengangkut Sembako Tertahan 4 Hari di Pelabuhan Parepare
Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Nusantara Parepare. (Foto: iNews/Ichsan Anshari).
Advertisement . Scroll to see content

PAREPARE, iNews.id - Pengiriman bahan pokok (sembako) dari Pelabuhan Nusantara Parepare terhambat akibat cuaca buruk. Kapal tak berani melaut sejak empat hari terakhir ini lantaran khawatir gelombang tinggi di Selat Makassar.

Nahkoda KM Sulsel Sejati, Kapten Sugianto, membenarkan ada keterlambatan pemberangkatan kapal pengangkut bahan makanan pokok yang disuplai dari Kota Parepare dan sekitarnya menuju Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

"Karena cuaca buruk. Hari ini juga saya lihat dulu kondisinya, kalau tampak normal, saya akan berangkat," kata Sugianto kepada iNews di Pelabuhan Nusantara Parepare, Sulsel, Kamis (9/1/2020).

BACA JUGA: Takut Gelombang Tinggi, Nelayan dan Kapal Penyeberangan di Pelabuhan Paotere Makassar Enggan Melaut

Pantauan iNews, sejumlah truk pengangkut sembako sudah mengantre untuk bongkar muat barang ke kapal. Namun kapal yang berangkat menuju daerah tujuan tampak enggan berlayar, sehingga truk hanya parkir di pelabuhan.

Berdasarkan jadwal pemberangkatan, untuk bahan pokok seperti telur dan beras diberangkatkan menuju Kota Samarinda pada Senin (6/1/2020) malam, namun hingga Kamis pagi tadi belum ada kepastian akan berangkat.

"Sebetulnya tadi malam (Rabu) mau berangkat. Tapi ternyata masih tidak bagus cuacanya, jadi menunggu sampai siang nanti," kata dia.

BACA JUGA: BPBD Imbau Nelayan di Takalar Waspada Gelombang Tinggi saat Melaut

Meski tidak mengalami kerugian secara materiil, namun pihak pelayaran mengaku mengalami kerugian waktu lantaran jadawal pemberangkatan tertunda.

"Saya tidak tahu kalau pemilik barang. Tapi untuk angkutan pelayaran ini kerugiannya hanya masalah waktu saja, jadi empat hari hanya diam di pelabuhan," ujar dia.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut