Bencana Banjir Terjang 53 Kecamatan dari 9 Kabupaten/Kota di Sulsel
Di Kabupaten Gowa, banjir melanda 7 kecamatan, yakni Somba Opu, Bontomanannu, Pattalasang, Parangloe, Palangga, Tombolonggo dan Manuju. Sekain hujan deras, banjir juga disebabkan dibukanya pintu Waduk Bili-Bili karena volume air terus meningkat.
Banjir juga menyebabkan 2 jembatan rusak berat sehingga tidak dapat digunakan yakni jembatan Jenelata di Desa Moncong Loe Kecamatan Manuju dan jembatan di Dusun Limoa Desa Patalikang Kecamatan Manuju.
Di Kabupaten Marros, banjir melanda 11 kecamatan. Lebih dari 1.400 orang mengungsi. Pendataan masih dilakukan. Listrik padam sehingga komunikasi juga putus. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan lainnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir dan tanah longsor. BMKG telah menyebarkan peringatan dini hujan lebat selama 23 hingga 30 Januari 2019. Sebagian besar wilayah Indonesia puncak hujannya berlangsung selama periode Januari-Februari.
“Secara statitik dari data kejadian bencana selama 20 tahun terakhir menunjukkan selama Januari dan Februari merupakan puncak dari kejadian bencana hidrometeorologi yaitu banjir, longsor dan puting beliung. Polanya mengikuti dari pola curah hujan. Karena itu kami imbau agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.
Editor: Donald Karouw