Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Demak, 583 Jiwa Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Bencana Banjir Terjang 53 Kecamatan dari 9 Kabupaten/Kota di Sulsel

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:05:00 WIB
Bencana Banjir Terjang 53 Kecamatan dari 9 Kabupaten/Kota di Sulsel
Suasana penampakan banjir di wilayah Sulsel dari atas udara. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai serta memicu terjadinya banjir bandang sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (22/1/2019). Hingga Rabu (23/1/2019), data kebencanaan mencatat banjir menerjang 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Sulsel. Yakni Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, Soppeng, Barru, Wajo, Bantaeng, Pangkep dan Kota Makassar.

Informasi yang dihimpun dari Posko BNPB, bencana ini menyebabkan 8 orang meninggal, 4 hilang, dan ribuan rumah terendam banjir. Korban meninggal ditemukan di Jeneponto sebanyak 5 warga dan Gowa 3 orang. Sementara korban hilang 3 orang di Jeneponto dan 1 di Pangkep.

Selain menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan ribuan warga mengungsi, banjir juga merendam 10.021 hektare sawah. Hingga pukul 14.00 WIB, banjir masih melanda di sejumlah daerah. Penanganan darurat dan pendataan terus dilakukan untuk mendapat update terbaru.


Hasil pendataan sementara di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 10 kecamatan. Yaitu Kecamatan Arung Keke, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Binamu, Tamalatea, Tarowang, Kelara, dan Turatea dengan tinggi banjir 50 – 200 centimenter. Banjir akibat hujan deras sehingga sungai-sungai meluap, di antaranya Sungai Topa, Allu, Bululoe, Tamanroya, Kanawaya, dan Tarowang.

Di Kota Makassar, banjir melanda 14 kecamatan yaitu Kecamatan Biringkanaya, Bontoloa, Kampung Sangkarang, Makassar, Mamajang, Manggala, Mariso, Pankkukang, Rampocini, Tallo, Tamalanrea, Tamalate, Ujung Pandang dan Ujung Tanah. Sedikitnya 1.000 jiwa mengungsi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut