Astiah, guru SD Negeri Pa’bangiang di Jalan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, saat melaporkan kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. (Foto: iNews/Bugma)
Tak terima dengan perlakuan orang tua muridnya tersebut, korban Astiah ditemani guru lain langsung melaporkan kekerasan yang dialaminya ke aparat Polsek Somba Opu Kabupaten Gowa. Kepada polisi, korban mengaku dipukuli dan dicakar hingga mengalami luka di wajahnya.
“Masalahnya sudah selesai kemarin dan sudah berdamai, tapi orang tuanya tidak terima. Mereka tidak mau mendengarkan saya bicara. Mereka mencakar dan memukul saya,” kata Astiah.
Sementara Kepala Sekolah SD Negeri Pa’bangiang Kabupaten Gowa, Nurjannah, berjanji mengambil sikap tegas menyikapi kekerasan yang dialami oleh tenaga pendidiknya. Sekolah akan melanjutkan kasus pengeroyokan ini ke ranah hukum dan berjanji akan mengeluarkan muridnya dari sekolah.
“Kami tidak menerima perlakuan orang tua siswa seperti itu, tidak menghargai guru. Mereka langsung masuk ke kelas dan menyakiti guru seperti itu, sangat tidak pantas,” katanya.
Hingga kini kasus kekerasan terhadap guru wali kelas ini masih dalam penyelidikan aparat Reskrim Polsek Somba Opu, Kabupaten Gowa. Polisi telah mengamankan bukti rekaman video saat pengeroyokan sebagai dasar laporan korban ke polisi.
Editor: Maria Christina