Kronologi Dosen di Bima Bunuh Pacar karena Lamaran Ditolak
BIMA, iNews.id – Arif Satriadin, dosen di Bima, Nusa Tenggara Barat, menyerahkan diri ke Mapolres Bima Kota setelah kabur dari kejaran warga usai membunuh pacarnya, Intan. Pelaku mengaku khilaf membunuh gadis pujaan hatinya lantaran kecewa lamarannya ditolak orang tua korban.
Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban mengantarkan ibunya ke Pasar Raya di Jalan Lintas Dana Traha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Korban ternyata sudah dibuntuti pelaku. Usai mengantarkan ibunya, korban yang akan kembali ke rumahnya di Kelurahan Kumbe, Rasanae Timur diadang pelaku di tengah jalan. Sempat terjadi cekcok antara korban dan pelaku.
“Pelaku akhirnya menyerang korban membabi buta dengan sepilah pisau hingga mengalami sejumlah luka tusukan,” kata kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Bima Kota, Rabu (5/8/2020).
Menurut kapolres, pelaku nekat membunuh korban yang sudah dipacarinya selama empat tahun karena kecewa lamarannya ditolak oleh orang tua korban.