Korban Bom di Samarinda Tolak Wacana Pemulangan Eks Anggota ISIS ke Indonesia
SAMARINDA, iNews.id - Wacana pemulangan mantan kombatan ISIS asal Indonesia masih menjadi pro kontra di kalangan masyarakat. Penolakan keras terhadap wacana tersebut datang dari keluarga korban bom Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur.
Penolakan oleh keluarga korban bom gereja ini dilandasi oleh rasa trauma mendalam terhadap aksi terorisme yang menimpa anak balitanya pada 2016 silam.
Selain masih mengalami trauma mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan luka permanen pada putranya, orang tua korban juga khawatir eks kombatan ISIS hanya akan menambah ancaman keamanan di Indonesia.
"Sangat menolak, apa yang mereka lakukan sudah kita alami. Mungkin beda yang belum alami. Karena tidak menutup keungkinan, berakar lagi. Di Indonesia bibit banyak, bagaimana lagi kita bisa menerima lagi," kata orang tua korban bom Alvaro, Novita Sagala, di Samarinda, Selasa (11/2/2020).
Novita menilai masih ada benih-benih terorisme yang belum tertangani di Indonesia. Dia berharap pemerintah tidak memulangkan para anggota eks ISIS tersebut.